Jumat, 04 Maret 2011
Baca keras-keras ya pa, biar Jessica dengar...
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah. Dia sedang mempersiapkan rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham yang akan diadakan besok pagi. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat di sampingnya sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut dan sangat menarik perhatian Jessica.
"Pa liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya sambil menurunkan kacamatanya. Kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi, "Wah,.. buku baru ya Jes?"
"Ya papa", Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa", pinta Jessica lembut.
"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakan di depannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu, "Pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi..".
Budi mulai agak kesal, "Jes, papa sibuk. Sekarang Jessi suruh mama baca ya?"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat deh gambarnya lucu-lucu!"
"Lain kali Jessica, sana! Papa lagi banyak kerjaan". Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi.
Menit demi menit berlalu. Jessica menarik nafas panjang dan tetap di situ, berdiri di tempatnya penuh harap. Dan tiba-tiba ia mulai lagi, "Pa,..gambarnya bagus. Papa pasti suka".
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras. Kali ini Budi berhasil.
Semangat Jessica kecil terkulai. Dia hampir menangis dan dengan mata berkaca-kaca, ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,.. lain kali ya pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".
Hari demi hari berlalu dan tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita ‘Peri Imut' belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga pada suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!". Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter. Dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih, "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama". Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sampai di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Budi tangan mungil anaknya yang memohon untuk dibacakan sebuah cerita. Kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, "Papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger". Kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanyalah keheningan dan kesunyian hati. Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita ‘Peri Imut' yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi. Sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.
Budi menguatkan hati. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras. Tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras. Ia terus membacanya dengan suara keras halaman demi halaman dengan berlinang air mata.
"Jessi dengar papa baca ya." Selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi, "Jessi, papa mohon ampun nak,... papa sayang Jessi." Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya. Tak kuasa menahan itu, Budi bersujud dan menangis, memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai. Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita. Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.
Adakah "perhatian terbaik" itu begitu mahal bagi mereka? berilah "perhatian terbaik" walaupun itu hanya sekali. bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang - orang yang kita cintai itu sangat berharga?
Do it now! Berilah "perhatian terbaik" bagi mereka yang kita cintai. lakukan sekarang! karena hanya ada satu kesempatan untuk memperhatikan dengan hati kita.
sumber : jawaban.com
"Pa liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.
Budi menengok ke arahnya sambil menurunkan kacamatanya. Kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi, "Wah,.. buku baru ya Jes?"
"Ya papa", Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa", pinta Jessica lembut.
"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakan di depannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu, "Pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi..".
Budi mulai agak kesal, "Jes, papa sibuk. Sekarang Jessi suruh mama baca ya?"
"Pa, mama cibuk terus, papa liat deh gambarnya lucu-lucu!"
"Lain kali Jessica, sana! Papa lagi banyak kerjaan". Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi.
Menit demi menit berlalu. Jessica menarik nafas panjang dan tetap di situ, berdiri di tempatnya penuh harap. Dan tiba-tiba ia mulai lagi, "Pa,..gambarnya bagus. Papa pasti suka".
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" kata Budi membentaknya dengan keras. Kali ini Budi berhasil.
Semangat Jessica kecil terkulai. Dia hampir menangis dan dengan mata berkaca-kaca, ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,.. lain kali ya pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa, kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".
Hari demi hari berlalu dan tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi. Buku cerita ‘Peri Imut' belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga pada suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!". Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter. Dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih, "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama". Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sampai di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Budi tangan mungil anaknya yang memohon untuk dibacakan sebuah cerita. Kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, "Papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger". Kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanyalah keheningan dan kesunyian hati. Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita ‘Peri Imut' yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi. Sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.
Budi menguatkan hati. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras. Tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras. Ia terus membacanya dengan suara keras halaman demi halaman dengan berlinang air mata.
"Jessi dengar papa baca ya." Selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi, "Jessi, papa mohon ampun nak,... papa sayang Jessi." Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya. Tak kuasa menahan itu, Budi bersujud dan menangis, memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai. Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita. Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita.
Adakah "perhatian terbaik" itu begitu mahal bagi mereka? berilah "perhatian terbaik" walaupun itu hanya sekali. bukankah kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang - orang yang kita cintai itu sangat berharga?
Do it now! Berilah "perhatian terbaik" bagi mereka yang kita cintai. lakukan sekarang! karena hanya ada satu kesempatan untuk memperhatikan dengan hati kita.
sumber : jawaban.com
Mount Everest
tau mount everest kan?
ini kisah nya.
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan
mengatakan nama yang aneh.....dari negara mana nama tersebut berasal?.....
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya...mungkin juga belum...bagaimana kalau saya
sebutkan nama Sir Edmund Hillary...ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau
pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund
Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung
Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang
berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa)
bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund
Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan
laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun
1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II
dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena
keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja
dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay
tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah
sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncak Mount Everest? Seharusnya bisa saja
ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua
reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai
Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia,
bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia
(Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan
Puncak Gunung Tertinggi di dunia....
Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???
Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya.....impian saya hanyalah berhasil
membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.
Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi
serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir
Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai & mewujudkan IMPIAN nya.
Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus
kepada diri kita sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif dan
sebagainya. Sebagai renungan "Bisakah kita menjadi seperti Tenzing Norgay?" .....sebenarnya bukan Bisa atau
Tidak...tapi MAU atau TIDAK!
Bagaimana menurut Anda ?
ini kisah nya.
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan
mengatakan nama yang aneh.....dari negara mana nama tersebut berasal?.....
Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya...mungkin juga belum...bagaimana kalau saya
sebutkan nama Sir Edmund Hillary...ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau
pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund
Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung
Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.
Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang
berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa)
bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund
Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan
laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun
1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II
dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena
keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja
dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay
tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah
sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncak Mount Everest? Seharusnya bisa saja
ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.
Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua
reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai
Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay : Sangat senang sekali
Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia,
bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?
Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia
(Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan
Puncak Gunung Tertinggi di dunia....
Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???
Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya.....impian saya hanyalah berhasil
membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.
Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi
serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir
Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai & mewujudkan IMPIAN nya.
Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus
kepada diri kita sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif dan
sebagainya. Sebagai renungan "Bisakah kita menjadi seperti Tenzing Norgay?" .....sebenarnya bukan Bisa atau
Tidak...tapi MAU atau TIDAK!
Bagaimana menurut Anda ?
Killer Statement
Killer Statement Adalah sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan
Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya,
killerstatement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita
keluarkan,sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental
maupunsemangat orang lain. Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita
dengar setiap hari,atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud
bercanda,memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa
yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah
yang seringkali kita sebut killer statement. Menariknya, sejarah dunia komik pun
pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua
anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang
melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang
tokohpahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa. Tenaganya lebih
kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planetlain. Maka, bersama dengan
temannya yakni Joe Shuster yang pandaim elukis, diciptakanlah untuk pertama
kalinya gambaran manusia bajatersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu
tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima. Selama enam tahun
berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak
kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadisaat mereka mendengar ada editor
dari Detective Comics yang membutuhkankomik strips. Lantas mereka pun mencoba
menjual kepada mereka. Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik
mereka, paraeditor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang
percayadengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin
lakudijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dankalimat
yang menghancurkan itu, Shuster
dan Siegel akhirnya sepakatmenjual komik serta segala hak ciptanya kepada
Detective Comics hanyasenilai US$130. Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130
! Tapi, itulah kesalahanterbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan
killerstatement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknyadibeli,
karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh
Superman, manusia Krypton dengankemampuan terbang, penglihatan super serta
kekuatan fisik yang luarbiasa. Komik Superman menjadi begitu laris, hingga
difilmkan, karakternyamenjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan
Siegel,penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman
menjadipopuler dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya
hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utangdan kemiskinan. Untungnya, pada
1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap
Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman
hidup dalam miskin, akhirnya DetectiveComics sepakat memberikan jaminan
finansial. Tetapi, kalau kita melihatkembali, itulah harga dari sebuah killer
statement yang telahmenghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama
Shuster danSiegel. Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya
dari killerstatement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang
killerstatement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi
dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan
dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya. Tip
penting Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan
killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup
kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa
kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan
maupun karakter baik seseorang. Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang
tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya,
ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk
menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. Kedua,
kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari
orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkananti virus bagi kita
sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yangkita ucapkan pada diri kita
sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.
Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satulatihan yang
kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang
cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan halyang buruk kepada
Anda. Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorangpenyanyi
kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri.Saat itu ada
seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk danakhirnya tersingkir. Saat
sebelum mundur, si penyanyi tua inimemberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil
penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak
pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi
seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil".Wow,
mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis danbintang penyanyi
tua ini. Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun
harusmengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata
negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangansampai potensi dan
kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimatorang yang tidak bertanggung
jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan
biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.
Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin
Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya,
killerstatement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita
keluarkan,sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental
maupunsemangat orang lain. Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita
dengar setiap hari,atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud
bercanda,memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa
yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah
yang seringkali kita sebut killer statement. Menariknya, sejarah dunia komik pun
pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua
anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang
melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang
tokohpahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa. Tenaganya lebih
kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planetlain. Maka, bersama dengan
temannya yakni Joe Shuster yang pandaim elukis, diciptakanlah untuk pertama
kalinya gambaran manusia bajatersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu
tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima. Selama enam tahun
berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak
kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadisaat mereka mendengar ada editor
dari Detective Comics yang membutuhkankomik strips. Lantas mereka pun mencoba
menjual kepada mereka. Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik
mereka, paraeditor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang
percayadengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin
lakudijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dankalimat
yang menghancurkan itu, Shuster
dan Siegel akhirnya sepakatmenjual komik serta segala hak ciptanya kepada
Detective Comics hanyasenilai US$130. Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130
! Tapi, itulah kesalahanterbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan
killerstatement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknyadibeli,
karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh
Superman, manusia Krypton dengankemampuan terbang, penglihatan super serta
kekuatan fisik yang luarbiasa. Komik Superman menjadi begitu laris, hingga
difilmkan, karakternyamenjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan
Siegel,penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman
menjadipopuler dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya
hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utangdan kemiskinan. Untungnya, pada
1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap
Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman
hidup dalam miskin, akhirnya DetectiveComics sepakat memberikan jaminan
finansial. Tetapi, kalau kita melihatkembali, itulah harga dari sebuah killer
statement yang telahmenghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama
Shuster danSiegel. Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya
dari killerstatement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang
killerstatement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi
dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan
dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya. Tip
penting Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan
killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup
kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa
kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan
maupun karakter baik seseorang. Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang
tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya,
ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk
menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. Kedua,
kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari
orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkananti virus bagi kita
sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yangkita ucapkan pada diri kita
sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.
Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satulatihan yang
kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang
cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan halyang buruk kepada
Anda. Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorangpenyanyi
kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri.Saat itu ada
seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk danakhirnya tersingkir. Saat
sebelum mundur, si penyanyi tua inimemberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil
penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak
pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi
seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil".Wow,
mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis danbintang penyanyi
tua ini. Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun
harusmengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata
negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangansampai potensi dan
kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimatorang yang tidak bertanggung
jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan
biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.
Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin
Langganan:
Postingan (Atom)




